Jumat, 13 April 2012

Our Story

Judul : Our Story

Penulis : Orizuka

Penyunting : Agatha Tristanti

Penerbit : Authorizet Books

Tahun Terbit : 2010 (Cetakan Pertama)

Our Story merupakan novel kedua belas Orizuka yang merupakan seorang novelis yang debut pada akhir 2005. Lewat novel our story ini dirinya menceritakan pahit dan manis kehidupan  SMA sekaligus sebagai pesan kepada para remaja agar terus mengejar cita-cita dan memperjuangakannya.

Berawal dari kesalahan sopir teman Ayahnya, Yasmine dengan sangat terpaksa harus bersekolah di sekolah yang jauh sekali untuk bisa dikatakan sekolah.  Sang sopir telah salah dengar. Seharusnya Yasmin masuk ke sekolah Bukti Bangsa yang bertaraf Internasional. Bukan Budi Bangsa yang merupakan sekolah buangan. Sekolah dengan julukan TPS (tempat pembuangan sampah)yang sebagian besar muridnya adalah sisa dari sekolah-sekolah lain, mereka berstatus preman, pengacau, pembangkang pembuli bahkan pelacur.

Sampai disekolah Yasmine segera menuju ruang Kepsek untuk meminta ijazahnya kembali. Karena ia berharap setelah pindah dari Amerika ia akan dapatkan sekolah yang lebih baik, namun malah sebaliknya. Dan lagi-lagi Yasmine harus kecewa, dia tak mungkin pindah dari sini, karena Haryo sang sopir telah terlanjur memberikan uang 30 juta ke sekolah ini.

Yasmine tak menyangka teman-teman ceweknya adalah pecun (pelacur). Awalnya dia tak percaya, namun ini nyata. Mereka adalah Sisca and the geng–yang sangat sinis pada Yasmine–, Mei yang akhirnya menjadi teman Yasmine.

Dalam novel our story ini, Nino,  merupakan ketua geng yang selalu membawa tongkat baseball dan sangat disegani siapapun, yang sekaligus menjadi teman sebangku Yasmine. Dia suka sekali berkelahi, suka merayu cewek, namun sangat anti narkoba. Hingga suatu saat Yasmine mengerti mengapa Nino bertingkah seperti ini. Dan diam diam ia seperti menaruh hati padanya. Pelakuan Nino yang kadang lembut padanya membuat pipi Yasmine selalu bersemu merah.Padahal Nino adalah seorang brandal, meski tampan.

Adapun Ferris–sang ketua OSIS–dia juga dekat dengan Yasmine, yang kemudian disusul Mei. Ferris ingin mengajak teman-temannya untuk belajar serius agar dapat lulus dan menggapai cita-cita. Tapi ternyata tak semudah itu. Dari pihak guru dan sebagian besar siswa justru tak mendukungnya.

    “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.”
    –Eleanor Roosevelt

Dalam Novel Our Story ini, sang penulis mampu menceritakan karakter dan kejadian2 yang dialami setiap tokohnya sehingga penokohan terasa begitu merata. Meski demikian tak mengurangi peran sang tokoh utama.

Terlepas dari hal tersebut, novel inspiratif ini mempunyai tampilan cover yang menarik, warna hitam (gelap) dapat mewakili isi cerita yang memang suram. Namun sayangnya novel our story ini dicetak dalam kertas buram, sehingga kurang begitu terang.

sumber: http://www.pusatresensi.anjrahuniversity.com/resensi-novel/our-story-resensi-sebuah-novel-remaja-karya-orizuka.html

Breaking Dawn

Judul : Breaking Dawn ( Awal Yang Baru )

Pengarang : Stephenie Meyer

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2009

Jumlah halaman : 864 halaman

Jenis buku : Novel Remaja

Sampul buku : Sampul novel ini cukup menarik. Pilihan warnanya tepat,sehingga dapat
menggambarkan arti dalam novel ini. Terdapat gambar seorang wanita yang dilatar belakangi oleh suasana matahari terbit dan pepohonan. Dimana gambar tersebut dapat menjelaskan perasaan dari para tokohnya. Latar sampul seperti suasana ketika matahari terbit dipagi hari. Judul ditulis dibagian atas gambar matahari terbit. Pengarang buku ditulis dibagian bawah.

Isi buku : Mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan. Tapi jika
pengorbanan itu memang diperlukan, kaupun tak punya pilihan untuk
menghindarinya. Jika pengorbanan itu adalah menyangkut nyawamu,
akankah kau mau melakukannya?
Bella Swan adalah seorang remaja muda, memiliki pemikiran yang cukup
dewasa. Bagi Bella mencintai dan dicintai oleh vampir bernama Edward
merupakan hal yang mustahil dan tak akan pernah terjadi. Tetapi ketika cinta
itu datang dalam hati Bella, meski sulit untuk ditolak dan diterima dalam
dunia nyata, ia tetap mencintai Edward yang kini telah menjadi separuh
jiwanya. Tetapi disisi lain hubungannya dengan Jacob Black sang werewolf
membawanya kedalam suatu permasalahan yang harus dapat ia selesaikan,
mengenai perasaan hatinya yang sebenarnya. Dimana ia harus memilih salah
satu diantara dua pilihan. Mengenai hubungannya dengan Edward adalah
sebuah masa depan yang indah, hubungannya dengan Jacob hubungan yang
terjalin erat dan saling membutuhkan. Disisi lain Jacob tahu akan keputusan
apa yang akan dipilih Bella. Lalu sanggupkah Jacob meninggalkan Bella?
Sanggupkah ia mengatakan tidak pada Bella?Apakah masalah besar yang
akan terjadi selanjutnya dikehidupan Bella?

Kelebihan : Banyak hal yang menarik yang diceritakan dalam novel ini. Kisah Cinta
yang tulus, cinta sejati dan omantis. Berbagai karakter tokoh digambarkan
dalam novel tersebut. Dimana setiap tokoh masing-masing mempunyai peran
dan bakat kelebihan yang unik. Cerita Novel ini saling berkaitan dan bagus.
Suasana yang digambarkan dalam novel ini jelas, sehingga para pembaca
dapat dengan mudah berimajinasi melalui cerita yang dikisahkan.

Kekurangan : Dalam Novel ini tidak diceritakan sudut pandang tokoh Edward.

sumber:  http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/resensi-novel-breaking-dawn-fransisca-s-n2eb1120208528/

Cinta Suci Zahrana

Resensi Novel “Cinta Suci Zahrana” [Trilogi Kedua Novel Pembangun Jiwa] karya Habiburrahman El Shirazy
Oleh: Muhammad Taufiq 

Sinopsis
Jalan kehidupan tak mungkin satu jalan saja. Ada berbagai jalan yang bisa ditempuh. Adakala manusia memilih jalan yang lusuh dan bernoda. Ada pula yang memilih jalan bersih nan suci. Terkadang terasa mudah dan lapang jalan itu dilewati. Terkadang pula terjal berliku. Dan, rasanya manusia tak mungkin sanggup meniti jalan panjang itu seorang diri. Butuh sosok pendamping yang diharapkan dapat mengiringi setiap episode jalan kehidupannya. Dan, selama penantian itu, manusia haruslah tetap melangkah. Lagi-lagi, manusia dihadapkan pada pilihan. Melewati masa penantian itu dengan nista, ataukah dengan ksatria.
Seperti itulah Dewi Zahrana. Dosen arsitektur Universitas Mangunkarsa Semarang. Lulusan S1 UGM Yogyakarta, S2 ITB Bandung. Peraih penghargaan prestisius Tsinghua International Award bidang arsitektur. Putri pasangan Bapak Munajat dan Ibu Nuriyah. Berusia 34 tahun. Sayangnya, belum menikah

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Tittle : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere-Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : Juni 2010
Halaman : 256 Halaman
Price : Rp 32.000,00

Pertama,.... ahhhhh sumpah aku merinding! Baru aja aku selesai baca novelnya Tere-Liye ini dan aku buru-buru langsung nyalain Leptop. Aku,.... aku,...ahhh speechless!!! Mengejutkan sekali Frey yang tukang cuap-cuap bisa speechless mendadak.

Mm,, mulai darimana ya? Jujur, aku baru pertama kali baca karya-nya Tere-Liye. Dan aku tertarik baca karya-nya Tere-Liye karna temenku, Chaca... bilang kalo Tere-Liye penulis fave nya. Minggu lalu, pas aku minta "ada novel rekomen ga? Aku pinjem dong?" Tanpa ragu-ragu dia ngasih aku novel ini.

Pendapatku setelah baca? Uhmm... aduh. Mulai dari mana sih ya aku harus mulai? Aku bingung banget.

Aku bener-bener masih kehabisan kata-kata buat ngungkapin gimana aku sekarang. Mungkin lebih aman kalo aku copas sinopsis dari sampul belakang dulu kali yah...

Jadi, ini dia :

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekalipun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Aku tertarik sama sinopsisnya... aku tertarik buat baca. Aku terpikat sama cara Tere-Liye menceritakan kisahnya. Aku suka setiap detil karakter yang disuguhkan. Aku jatuh cinta pada permainan alur yang dibuat menegangkan... mencengangkan...

Aku bahkan nggak percaya... untuk pertama kalinya... aku benci sama tokoh utama sebuah novel.

Ahh... gini, biar aku jelasin. Novel ini pake sudut pandang orang pertama... dibebankan sama gadis bernama Tania. Umurnya sudah duapuluh tiga tahun. Dan settingnya adalah dilantai dua sebuah Toko Buku di Depok (ehh.. kalo ga salah).

Cerita dimulai pas jam 20.00... jam delapan malam disuatu hari. Tania berdiam di lantai dua toko buku itu. Dan berakhir pukul 21.17 malam dihari yang sama. Gila kan?

Terus apa yang terjadi selama satu jam tiga belas menit itu? Apa yang aku dapet sampe diawal-awal aku sempat speechless? (sekarang balik lagi sih)

Banyak!!! Karena fokus Tere-Liye bukan hanya apa yang terjadi pada satu jam tujubelas menit itu. Tapi tentang hidup si 'Tania' sepuluh tahun terakhir. Pembaca diajak untuk masuk ke relung-relung hati Tania.... menyelusup kedalam kenangan-kenangannya. Yang akan segera berakhir dimalam itu.

Pertama kalinya, aku sempat benci tokoh utama dalam suatu novel. Pertama kalinya!!! Dan itu bukan berarti novel ini novel yang buruk. Enggak sama sekali. Justru karena pengaruhnya yang begitu besar buat aku... aku ngerasa semuanya nyata terpampang didepanku.

Aku bilang 'sempat benci' kan... bukan berarti sampai akhir aku benci tokoh utamanya (baca : si Tania) Ada sesuatu yang ngebuat aku benci sama dia... karena Tania pernah bersikap picik. Dan aku nggak suka. Tapi diakhir,, aku menyadari. Karena Tania juga manusia (setidaknya dalam novel ini) dan manusia tidak selalu sempurna... maka aku berdamai sama rasa benciku sama dia. Aku bahkan mikir,, siapa aku kok aku berhak benci sama Tania?

Jadi gini... Tania mengenang masa kecilnya. Tentang dia yang dulu pengamen jalanan bersama adeknya Dede,, yang selama tiga tahun harus luntang lantung tanpa sekolah dan harus bekerja keras demi hidup yang lebih baik. Juga demi Ibu satu-satunya yang tinggal di rumah kardus.

Entah karena takdir atau bagaima... bertemu dengan seorang mahasiswa. Sekilas tidak terlihat istimewa. Tapi memiliki sepasang mata teduh yang mampu mengayomi. Datang bagai malaikat di kehidupan mereka berdua. Ngangkat mereka berdua kekehidupan yang lebih baik.

Dan konflik yang terjadi adalah : Tania mencintainya! Mahasiswa berumur duapuluh tahunan itu. Malaikatnya... malaikat keluarganya. Sampai hari saat ibunya meninggal.

Ya Allah! Aku geregetan sama ceritanya. Aku gak bisa ngerangkai sinopsis yang tepat. Emang bagi yang belum baca harus ngebaca sendiri deh. Aku sampe kehilangan kata-kata buat ngelukisinnya.

Ceritanya bagus banget!!! Bagus banget!!! Aku... ya ampun!! Aku gak tau harus bilang apa! Ahhhhhh!!! Aku heran sama diriku sendiri ah!

Yang paling ngebuat aku merinding... yang paling ngebuat aku kebas... yang paling ngebuat aku sampai nggak bisa mendefinisikan perasaanku sendiri adalah bagian klimaksnya. Pukul 21.17... saat semuanya berakhir.

Disitu... potongan-potongan teka-teki tersusun lengkap. Dengan menemukan potongan yang awalnya hilang. Semua tersusun... secara mengejutkan plus menyakitkan (setidaknya, buat aku juga menyakitkan banget)

Alur-nya pas bab 'klimaks-klimaks' nya juga kuerennnn banget. Malah cenderung menakutkan karena bisa-bisanya nimbulin efek merinding ke aku.

Kalo untuk cara menulis... aku yang bener-bener amatir ini bahkan minder untuk menuliskan komentar. Aku terpikat banget sama alur maju-mundur ekstrim yang diberikan Tere-Liye di novel ini. Aku terpikat abissss!!! Terpikat! Bahkan sama ending-nya yang 'sad'... aku terpikat! Terpikat sama segalanya. Terpikat abissss!!! (tuhhh... sampe kuulang-ulang)

Tokoh-tokohnya... apalagi adeknya Tania... Dede... yang udah dewasa... pemegang potongan yang hilang itu.

Ahhh... kenapa juga kisah cinta bisa setragis ini ya? Aku banyak menemukan kisah cinta tragis dinovel. Tapi sebagian besar diantaranya terpisah oleh kematian. Tapi ini... lebih sakit bahkan daripada 'terpisah oleh kematian'. Ini sih... terpisah oleh ... oleh... sesuatu yang amat besar. Begitu dekat tapi juga begitu jauh. Ya Ampun!!!!!!!!! Aku jarang-jarang nulis resensi yang emosional gini!! Akuu terpikat!!!!! Terpikattttt!!!!!!!!!!!!!

Airmataku emang ga netes... tapi efek yang ditimbulkan... LUAR BIASA!!!! '

Tetep... setelah cuap-cuap segini banyaknya... banyak hal yang malah nggak tersampaikan. Hal yang aku tulis ini bahkan belum nyampe sepersepuluh dari perasaanku sesungguhnya. FRUSTASIII!!!

Udah ah... segini aja. Aku sebel gak bisa bilang sebesar apa efek novel ini buat pikiranku. *sebel*

Bye teman-teman... maaf ya moodku lagi jelek. Niat mau curcol malah marah-marah disini *sad* Jangan bosen-bosen ya dengerin cuap-cuapku....

sumber: http://resensi-frey.blogspot.com/2010/12/daun-yang-jatuh-tak-pernah-membenci.html

Judul: “ROMA, Kisah Epik Dari Zaman Romawi Kuno”
Pengarang: Steven Saylor
Harga: sekitar Rp. 100ribuan
Tidak seperti biasa kali ini saya mencoba untuk meresensi salah satu buku favorit yandi. Selamat membaca.
Ini adalah buku yang saya beli ketika lagi mecoba mencari bahan-bahan romawi kuno. Awalnya saya mengira ini buku sejarah yang berisi plot-plot sejarah dan gambar-gambar romawi. Dan saudara-saudara sekalian, ternyata saya salah!
Buku ini adalah sebuah novel.  Bukannya saya anti novel, tetapi prinsip saya daripada beli buku cuma untuk dibaca sekali mending yang sarat info biar bisa dibaca berulang-ulang. And guess what? Saya salah lagi.
Ini benar-benar buku yang bagus. Plot ceritanya tersusun rapi, bahkan bisa dikatakan unik. Tidak ada tokoh utama yang berperan solo di sini. Yang menjadi tokoh utamanya adalah garis darah atau pohon keluarga. Benar-benar unik dan cocok untuk menggambarkan perkembangan sebuah kota dengan legenda yang melingkupinya.
Cerita dimulai pada sebuah lokasi yang kelak akan menjadi kota roma. Sebuah daerah yang merupakan rute pedagang garam dan berada di tepi sungai tiber. Disini kita akan bertemu dengan tokoh awal yang menjadi nenek moyang dari tokoh-tokoh lain dalam cerita. Disini dimulai lah legenda pertama kota roma, yaitu Fascinus, dewa (atau dewi???) pertama bangsa  roma yang berbentuk unik (seperti P**** dengan sayap). Pohon keluarga yang lahir merupakan cabang dari keluarga potitus dan pinarius.
Cerita terus berlanjut hingga bab-bab berikutnya: legenda Hercules dan Cacus, cerita tentang remus dan romulus (pendiri kota roma atau lebih tepatnya dinding kota roma),  cerita tentang perawan vestal, penaklukan-penaklukan roma terhadap sebagian  eropa dan afrika,  dan tentu saja cerita tentang Julius Caesar, dan Kaisar pertama roma, Augustus).
Banyak informasi menarik yang saya dapat dari buku ini. Apakah kamu tahu arti awal dari kata caesar?   Caesar adalah nama keluarga yang berarti “pemilik rambut kepala yang bagus”. Karena imperialisme romawi dan kekuasaan julius caesar di senat (ingat! julius caesar tidak pernah diangkat ataupun mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar romawi) maka entah sejak kapan kata caesar berarti pemegang kuasa atas daerah yang sangat luas. Selain itu buku ini juga memberikan gambaran akan nasib suatu imperium yang menjadi sangat  besar dan demokratis namun rapuh dan penuh intrik sehingga melupakan jati dirinya sendiri. Benar-benar mirip dengan Amerika Serikat, bahkan penulis buku ini juga mengakuinya.
Penulis buku ini, Steven Saylor memang merupakan ahli sejarah yang sangat mumpuni. Jalinan cerita dari Roma merupakan hasil penelusuran panjang terhadap literatur-literatur sejarah dari Titus Livius, William Smith, Cicero, dan Ovid

Di Bawah Lindungan Ka’bah

    1. Identitas Buku
    Judul Buku     : Di Bawah Lindungan Ka’bah
    Penulis           : Prof. DR. (Buya) Hamka
    Penerbit          : PT. Bulan Bintang
    Tahun Terbit  : Jumadil Awal 1422 / Agustus 2001
    Cetakan Ke    : 25
    Tebal Buku     : 80 halaman
    Kategori          : Novel Sastra

2. Biografi Penulis
Haji Abdul Malik Karim Amrulloh, atau lebih kita kenal dengan julukan Buya HAMKA atau HAMKA (yang merupakan singkatan namanya), lahir pada tahun 1908, di desa kampong molek, Meninjau, Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta pada tanggal 24 juli 1981. Beliau adalah sastrawan Indonesia sekaligus ulama dan aktivis politik.
Di bawah lindungan ka’bah merupakan novel/buku karangan beliau yang ke 13 (1936), yang diterbitkan oleh PT. Bulan Bintang dengan ketebalan buku yaitu 80 halaman.

    3. Sinopsis
    Tokoh-tokoh :
    Hamid : Pemuda yang berbudi luhur dan taat beragama. Ia adalah seorang anak yatim dari sebuah keluarga miskin. Ia diangkat anak oleh Haji Jafar.
    Haji Jafar : Seorang saudagar kaya raya yang berhati mulia.
    Asiah : Istri Haji Jafar. Ia sangat berbudi luhur.
    Zaenab : Anak gadis Haji Jafar. Ia adalah gadis yang berhati mulia, taat kepada kedua orang tuanya, dan selalu menjalankan perintah agama.
    Rosna : Teman sepermainan dan sahabat kental Zaenab. Dia juga berbudi luhur dan taat kepada ajaran agama.
    Saleh : Sahabat karib Hamid yang berbudi luhur dan taat beragama. Dialah suami Rosna.

    Alkisah…
    Hamid adalah seorang anak yatim yang miskin. Dia diangkat anak oleh keluarga Haji Jafar yang kaya raya. Perhatian Haji Jafar dan istrinya, Aisah, terhadap pemuda itu sangat baik. Mereka menganggap Hamid seperti anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab pemuda itu sangat rajin, sopan, berbudi luhur, dan taat beragama. Mereka juga menyekolahkan Hamid di sekolah rendah bersama-sama anak kandung mereka, Zaenab

    Hamid telah menganggap Zaenab sebagai adik kandungnya sendiri. Ia sangat menyayangi gadis itu dan selalu berusaha melindunginya. Begitu pula halnya dengan Zaenab. Ia pun menganggap Hamid seperti kakak kandungnya. Ia banyak menggunakan waktunya untuk bersama-sama dengan Hamid. Karena bersekolah ditempat yang sama, keduanya sering pergi dan bermain bersama. Ketika mereka beranjak remaja, dalam hati mereka mulai tumbuh perasaan lain, suatu perasaan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Hamid merasa bahwa rasa sayang terhadap Zaenab bukan lagi perasaan sayang kepada adiknya. Demikian pula halnya dengan Zaenab.

    Setelah tamat dari sekolah rendah, Hamid melanjutkan sekolah ke Padang Panjang, sedangkan Zaenab tidak melanjutkan sekolahnya. Pada masa tersebut, wanita yang telah menamatkan sekolah rendah tidak boleh meneruskan sekolahnya. Mereka dipingit oleh orang tuanya untuk kemudian dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Demikian dengan Zaenab, ia pun dipingit oleh kedua orang tuanya. Maka, dengan berat hati, Hamid meninggalkan gadis itu.

    Selama di Padang Panjang, pemuda itu semakin menyadari perasaan cintanya terhadap Zaenab. Perasaan rindu hendak bertemu dengan gadis itu semakin hari semakin menyiksa dirinya. Ia ingin selalu berada didekatnya. Namun, ia tidak berani mengutarakan perasaan hatinya. Ia menyadari adanya jurang pemisah yang sangat dalam diantara mereka. Zaenab berasal dari keluarga berada dan terpandang, sedangkan dia hanya berasal dati keluarga miskin. Itulah sebabnya, rasa cinta yang bergelora terhadap Zaenab hanya dipendam saja.

    Hamid benar-benar harus menguburkan perasaan cintanya kepada Zaenab ketika Haji Jafar, ayah Zaenab yang sekaligus ayah angkatnya, meninggal dunia. Tidak lama kemudian , ibu kandungnya pun meninggal dunia. betapa pilu hatinya ditinggalkan oleh kedua orang yang sangat dicintainya. Kini dia merasa hidup sebatang kara. Ia merasa tidak lebih sebagai pemuda yatim piatu yang miskin. Sejak kematian ayah angkatnya, Hamid tidak dapat menemui Zaenab lagi karena gadis itu telah dipingit ketat oleh mamaknya.

    Hati Hamid semakin hancur ketika ia mengetahui bahwa mamaknya, Asiah, akan menjodohkan Zaenab dengan seorang pemuda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum ayah angkatnya. Bahkan, Mak Asiah menyuruh Hamid untuk membujuk Zaenab agar gadis itu menerima pemuda pilihan ibunya sebagai calon suaminya. Betapa hancur hati Hamid menerima kenyataan itu. Cinta kasihnya kepada gadis pujaan hatinya tidak akan pernah tercapai.
    Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak Mak Asiah. Dia menemui Zaenab dan membujuk gadis itu agar menerima pemuda pilihan mamaknya. Menerima kenyataan tersebut, hati Zaenab menjadi sangat sedih. Dalam hatinya, ia ingin menolak kehenadak mamaknya, namun ia tidak mampu melakukakanya. Maka, dengan sangat terpaksa,ia menerima pemuda pilihan orang tuanya.

    Setelah kajadian itu, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia tidak sanggup menanggung beban yang begitu berat. Itulah sebabnya, dia meninggalkan Zaenab dan pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zaenab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada gadis itu. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju Singapura. kemudian , dia pergi ke tanah suci Mekkah.

    Betapa sedih dan hancurnya hati Zaenab ketika ia menerima surat dari Hamid. Gadis itu merasa tersiksa karena ia pun mencintai Hamid. Ia sangat merindukan pemuda itu. Namun, ia harus melupakan cintanya karena mamaknya telah menjodohkan dirinya dengan pemuda lain. Karena selalu dirundung kesedihan, Zaenab menjadi sering sakit-sakitan dan ia kehilangan semangat hidupnya.

    Sementara itu, Hamid pun selalu dirundung kegelisahan karena menahan beban rindunya pada Zaenab. Untuk menghapus kerinduannya, dia bekerja pada sebuah penginapan milik seorang syekh. Sambil bekerja, dia terus memperdalam ilmu agam islam dengan tekun.

    Setelah setahun berada di Mekkah, Hamid bertemu dengan Saleh, seorang teman kampungnya yang akan melaksanakan ibadah Haji. Ketika itu Saleh menjadi tamu di penginapan tempat Hamid bekerja. Istri Saleh, Rosna adalah teman dekat Zaenab sehingga Hamid dapat mendengar kabar tentang Zaenab. Dari penuturan Saleh, dia mengatahui bahwa Zaenab pun mencintai dirinya. Sejak kepergiannya, gadis itu sering sakit-sakitan. Ia sangat menderita batin karena ia menanggung rindu kepadanya. Ia juga mengetahui bahwa gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya karena suatu alasan.

    Mendengar penuturan Saleh, Hamid merasa sedih dan gembira. Dia sedih sebab Zaenab dalam keadaan menderita batin. Di lain pihak; ia gembira sebab gadis itu mencintai dirinya. Artinya, dia tidak bertepuk sebelah tangan. Selain itu, Zaenab akan menjadi miliknya karena gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya. Setelah mengetahui kenyataan yang menggembirakan itu, Hamid memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah ia menunaikan ibadah haji.

    Sementara itu, Saleh mengirim surat kepada istrinya yang isinya mengabarkan pertemuannya dengan Hamid. Ia menceritakan bahwa Hamid masih menantikan Zaenab, dan ia pun memberitahukan bahwa hamid akan pulang ke kampung halamannya bila mereka telah menunaikan ibadah haji.

    Rosna memberikan surat dari Saleh kepada Zaenab. Ketika membaca surat itu, betapa gembiranya hati Zaenab. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Ia merasa tak sabar lagi menanti kedatangan kekasih hatinya. Segala kenangan indah bersama pemuda itu kembali menari-nari dalam pikirannya. Semua perasaannya itu ia ungkapkan melalui suratnya kepada Hamid.

    Hamid menerima surat Zaenab dengan suka cita. Semangatnya untuk segera kembali ke kampung semakin mengegebu-gebu. Dia sangat merindukan kekasihnya. Itulah sebabnya, dia memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji sekalipun dalam keadaan sakit. Dia menjalankan setiap tahap yang wajib dilaksanakan untuk kesucian dan kemurnian ibadah haji dengan penuh semangat. Dalam keadaan sakit parah, ia tetap melaksanakan wukuf. Namun sepulang melakukan wukuf di Padang Arafah, kondisi tubuhnya semakin melemah.

    Pada saat yang sama, Saleh mendapat kabar buruk dari istrinya bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Ia tidak memberitahukan kepada hamid karena keadaan pemuda itu sangat sakit parah. Namun, Hamid mendesaknya untuk menceritakan surat tersebut.

    Hati Hamid sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Namun karena keimanannya kuat, dia mampu menerima kenyataan pahit itu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Keesokan harinya, dia tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina. Namun, dalam perjalanannya, dia terjatuh, sehingga Saleh mengupah orang Baduy untuk memapahnya.

    Setelah acara di Mina, keduanya berangkat menuju Masjidil Haram. Ketika mereka selesai mengelilingi Ka’bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Sambil memegang Kiswah itu , ia mengucapkan.” Ya, Rabbi, ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang” beberapa kali. Suaranya semakin melemah dan akhirnya berhenti selama-lamanya. Hamid telah meninggal dunia di hadapan Ka’bah, rumah Allah, dan ia akan menuju kesana.

4. Komentar (Kelebihan & Kekurangan)

    * Kelebihan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada alurnya yang dapat membawa pembaca merasakan apa yang dirasakan Hamid dan Zainab.
    * Kekurangan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada bahasa yang digunakan. Karena bahasa yang digunakan yaitu antara bahasa minang-indonesia dan bahasa melayu.

    5. Kesimpulan
    Amanah yang dapat kita ambil sangat banyak, misalnya harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi persoalan hidup, mentaati kedua orang tua, tidak lebih cepat putus asa, dan masih banyak lagi ilmu yang terkandung di dalamnya.
    Novel ini layak dibaca oleh kalangan anak remaja maupun dewasa, bahkan orang tua sekalipun, dikarenakan ceritanya menarik, menceritakan tentang romantisme dan kesabaran tingkat tinggi yang dapat membuat kita untuk menitikkan air mata.

6. Unsur Intrinsik & Unsur Ektrinsik
1. Tema
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka ini betemakan percintaan, seperti kebanyakan novel populer lainnya.
2. Tokoh

    * Hamid
    * Zainab
    * Engku Haji Ja’far
    * Mak Asiah
    * Saleh
    * Rosna

- Mekkah (1927)

- Padang (masa anak-anak sampai remaja)

- Padang Panjang

- Madinah

3. Latar/setting
Amanat ==> Pesan yang ingin disampaikan penulis dalam novel ini yaitu segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Kita sebagai manusia boleh berencana, berharap dan berusaha semaksimal mungkin, namun Allah jugalah yang menentukan semua itu.
Alur ==> Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu alur maju dan mundur.
Sudut pandang ==> Dalam menulis novel ini, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
Gaya penulisan ==> Dalam menulis novel Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamk menggunakan bahasa melayu.

sumber: http://curhatervienz.wordpress.com/2011/12/06/resensi-novel-di-bawah-lindungan-kabah/

NISAN - Chairil Anwar

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.

Sayap-Sayap Cinta




Sinopsis :
Angsa liar, Itulah julukan warga Jalan Mahoni bagi gadis kecil bernama Yulia Anggraini. Bagaikan seekor angsa yang anggun dan cantik, Yulia kecil bermata bulat indah, berambut ikal, dan berwajah rupawan. Namun semua orang di jalan Mahoni sepakat Yulia kecil memang liar, nakal dan suka berkelahi. Akibatnya ia selalu terlihat kusut masai, dekil dan kehitaman karena terbakar matahari.

Siapa yang menduga belasan tahun kemudian gambaran angsa liar tersebut sirna dan menjelma menjadi angsa putih yang benar-benar rupawan. Yulia dewasa sangat jelita, berkulit kuning langsat, dan pintar bergaul. Yang tidak berubah hanya bola matanya yang senantiasa mengerjap-ngerjap khas Yulia kecil.

Kerupawanan Yulia dewasa bahkan sanggup meruntuhkan hati tiga pria tampan yang berlomba merebut cintanya. Hendra, laki-laki sukses yang bisa menjamin kehidupannya secara materi. Danardono, musisi sekaligus guru privat, yang dalam banyak hal mempunyai kesamaan dengan dirinya. Dan Gatot, musuh bebuyutan masa kecil, yang bertunangan dengan ""musuh"" Yulia dimasa kecil juga. Di antara ketiga pria itu, siapakah yang akhirnya sanggup menaklukkan sayap-sayap cinta si angsa nan jelita ini?

Spesifikasi Buku
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Maria A.Sardjono
Kelompok : Novel Romance
Bahasa : Indonesia
Cover : softcover

Negeri 5 Menara

Judul Novel: Negeri 5 Menara

Judul resensi novel : Negeri 5 Menara

Pengarang : A. Fuadi

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Agustus 2010

Kota Terbit : Jakarta

Jumlah Halaman : 424 hal

Resensi Novel

Resensi Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang merupakan novel best seller ini, menceritakan kisah lima orang sahabat yang mondok di sebuah pesantren yaitu Pondok Madani (PM). Novel best seller ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya.

Alif Fikri adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah di SMA Bukittinggi Sumatera Barat dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun mimpinya seakan sirna, musnah tak berbekas, karena Amaknya tidak mengijinkan. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasik agama, dengan alasan Amak ingin Alif menjadi Ustad (Ulama). Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan Amaknya untuk sekolah agama.

Awal mulanya dia sangatkaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat² dari berbagai daerah yang benar² menyenangkan. Niatan setengah hatinya kini telah menjadi bulat. Di bawah menara PM inilah mereka berlima justru menciptakan mimpi²i lewat imajinasinya menatapi langit dan merangkai awan-awan menjadi negeri impian. Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Karena mereka yakin akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru Besar PM), yaitu man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena allah Maha mendengar doa dari umatNya.

Cinta Terlarang




Sinopsis :
Buku Terbaik Publisher Weekly 2007
Pemenang Rauxa Award 2007

Elio, seorang remaja pria Italia, merasa kalut dan kebingungan ketika merasa dirinya jatuh cinta setengah mati kepada tamu lelaki dari Amerika yang menginap di rumahnya selama musim panas. Tidak yakin terhadap keinginannya sendiri, ia berusaha keras mengingkari perasaan tertariknya yang tak wajar itu. Walaupun suka menyendiri dan lebih pandai bergaul dengan buku ketimbang dengan manusia, secara fisik ia sangat menarik dan banyak perempuan mengejarnya.

Di luar dugaan, Elio tidak bertepuk sebelah tangan. Oliver ternyata membalas perasaannya. Di akhir musim panas itu, mereka pergi ke Roma sebelum Oliver pulang ke negaranya. Di kota itu, mereka menemukan kehangatan dan kebersamaan total yang jarang dimiliki pasangan lain, tanpa menyadari itulah terakhir kalinya mereka bisa berdua. Oliver kemudian pulang ke Amerika dan menikah dengan seorang wanita. Merasa dikhianati, Elio yang patah hati menolak bertemu dengan kekasihnya. Namun, seumur hidup ia tak mampu melepaskan diri dari bayangan Oliver. Ia menunggu bertahun-tahun untuk memastikan bahwa perasaan mereka bukan sekadar cinta semusim.

Novel ini mengisahkan liku-liku cinta terlarang dengan segala dilema dan tarik ulurnya. Hubungan Elio dan Oliver juga diwarnai hubungan bercabang mereka dengan sejumlah perempuan. Novel ini bukan hanya enak dibaca, tapi juga menghibur dan sekaligus membuka wawasan kita tentang makna cinta dan pengorbanan.

Spesifikasi Buku
Penerbit : Serambi
Pengarang : Andre Aciman
Kelompok : Novel
Bahasa : Indonesia
Cover : softcover
Judul Buku: Maryamah Karpov
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang
Harga: Rp. 79.000,00
Tebal: 504 Halaman

maryamah-karpov

Cinta itu gila! Begitulah peryataan yang sering kita dengar. Banyak orang melakukan apa saja untuk cinta. Bahkan tak jarang orang melakukan pengorbanan yang “gila” (tidak masuk akal) hanya untuk cinta. Cinta itu membutakan! Setidaknya itulah yang menjadi ulasan pada buku keempat dari tetralogi laskar pelangi “Maryamah Karpov”. Lalu, hal “gila” apa yang dilakukan Ikal (Andrea Hirata) untuk cintanya, A Ling?

Setelah menyelesaikan S2 di Sorbone University Prancis, Ikal (Andrea Hirata) kembali ke tanah kelahirannya di pulau Belitong. Kerinduan! Itulah alasan yang mendasar kenapa Ikal kembali ke Belitong. Ia rindu kepada orang tuanya, rindu kepada Arai (sepupu jauh Ikal), rindu kepada masyarakat Belitong, rindu dengan alam Belitong dan lebih dari itu, ia rindu pada gadis impiannya yaitu A Ling.

Perjalanan dari Jakarta ke rumahnya di Belitong, dilalui Ikal dengan penuh perjuangan dan rasa letih. Tapi semua itu pudar karena ia begitu merindukan ayahnya. Lelaki pendiam itu sangat istemewa bagi Ikal. Bahkan, Ikal mempersiapkan penampilan terbaiknya untuk bertemu dengan ayahnya. Ikal mengenakan pakaian pelayan resotoran ketika bekerja di Perancis dulu. Ketika bertemu dengan ayah, ibunya dan Arai, rasa haru tak dapat terbendung lagi. Betapa Ikal sangat merindukan saat ini. Saat bertemu dengan orang-orang yang dicintainya.

Pulau Belitong tak seperti dulu lagi, masyarakat Belitong terpuruk setelah pabrik timah gulung tikar. Walaupun demikian, suasana Belitong tak jauh berbeda dibandingkan saat Ikal melanjutkan studinya ke Perancis. Masyarakat Belitong masih gemar membual, minum kopi ke warung, dan sangat menyukai taruhan.

Cerita dibuka dengan kehadiran seorang dokter gigi dari Jakarta yang bernama dokter Budi Ardiaz. Ia adalah wanita kaya dan sebenarnya bisa hidup nyaman di Jakarta. Akan tetapi, karena idealismenya, ia mengabdikan dirinya sebagai dokter di tanah Melayu, Belitong. Namun sayangnya, setelah berbulan-bulan membuka praktek, tak ada satupun masyarakat yang mau berobat padanya. Masyarakat lebih senang berobat ke dukun gigi dengan alasan bahwa mulut adalah sesuatu yang sensitif seperti kelamin. Jadi, tak boleh sembarangan memasukkan tangan ke dalam mulut kecuali muhrim. Kenyataan ini, membuat kepala kampung Karmun geram dan memaksa masyarakat untuk berobat pada dokter Diaz. Tapi sayang, masyarakat tetap kekeh dengan prinsip yang telah mereka pegang.

Selanjutnya, diceritakan bahwa masyarakat Belitong menemukan dua jenazah yang terapung di air. Kejadian itu mengagetkan masyarakat khususnya Ikal. Terlebih, jenazah itu memiliki tato kupu-kupu mirip tato A Ling. Konon kabarnya, dua jenazah tersebut tewas karena mencoba melarikan diri dari kawanan perampok yang bengis di pulau Betuan. Hal ini membuat Ikal meyakini bahwa A Ling merupakan salah satu penumpang kapal ke pulau Betuan. Ikal berniat ke pulau Betuan untuk menemukan A Ling. Tapi tidak ada yang mau membantunya. Malah, masyarakat melarang Ikal untuk berlayar ke pulau Betuan. Pulau itu sangat berbahaya, jika mau ke sana jangan harap untuk bisa balik lagi. Ikal tidak menyerah. Demi cinta! Itulah motivasi terbesar kenapa ia berusaha keras untuk bisa berlayar ke pulau Betuan. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Niat Ikal untuk berlayar akhirnya dibantu oleh sahabat-sahabatnya (Laskar Pelangi) yang kini telah tumbuh dewasa dengan profesi beragam. Lintang dan Mahar memiliki peran yang besar dalam masalah ini. Dengan modal semangat, bantuan dari sahabat-sahabatnya, dan sedikit ilmu, Ikal mampu membuat sebuah kapal yang hebat.

Kapal itu diberi nama Mimpi-mimpi Lintang. Walaupun Ikal telah berhasil membuat kapal, masih saja orang-orang mencemoohkannya dan tak ayal Ikal menjadi objek taruhan masyarakat Belitong. Tapi itu semua tidak menjadi penghambat untuk Ikal. Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak pada Ikal. Bahkan, Ikal membuat orang terkagum-kagum dengan perjuangan hebatnya.

Setelah berhasil membuat sebuah kapal yang hebat, Ikal berangkat ke pulau Betuan bersama Mahar, Chung Fa dan Kalimut. Mereka memiliki misi-misi yang berbeda untuk berlayar ke pulau Betuan. Selama perjalanan menuju pulau Betuan, banyak sekali rintangan yang harus mereka tempuh. Mulai dari angin laut, pembajak sadis, dan dunia mistik. Tapi semua rintangan itu dapat ia lewati. Akhirnya, Ikal dapat menemukan cinta sejatinya yang telah ia cari bertahun-tahun lamanya. Bahkan separuh benua telah ia tempuh untuk menemukan A Ling.

Singkat cerita, Ikal membawa A Ling pulau Belitong. Mereka berdua berniat untuk menikah. Ikalpun meminta izin kepada keluarga Al Ling agar diizinkan meminang A Ling. Keluarga A Ling pun menyetujuinya. Tapi sayangnya, ayah Ikal tidak menyetujui anak bujangnya meminang A Ling.

Novel Maryamah Karpov memberikan pesan kepada kita (pembaca), agar kita jangan takut untuk bermimpi. Semua yang kita impikan pasti akan terwujud asal kita berusaha untuk mewujudkannya. “Ku beri tahu rahasia padamu, Kawan, buah yang paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainy” (hal: 343). Seperti novel-novel sebelumnya, Andrea Hirata mencoba kembali menyuntikkan semangat dan motivasi kepada pembaca agar jangan pernah mengalah dengan nasib. “Bahwa semangat dan ilmu dapat menaklukkan apapun” (hal:335). Selain itu, novel ini memiliki banyak kelebihan. Kelebihan pada novel ini terletak untaian kata-katanya yang puitis dan deskripsi narasi yang jelas pada alur ceritanya. Membaca novel ini, seakan kita (pembaca) dapat mengetahui budaya masyarakat Belitong. Diantaranya adalah kebiasaan membual dan melebih-lebihkan cerita. Juga kebiasaan menyematkan nama baru di belakang nama asli, semata-mata untuk mengolok-olok bahkan merendahkan martabat yang mempunyai nama. Seperti Berahim Harap Tenang, Tancap Seliman, Marhaban Hormat Grak dan lain sebagainya. Kejujuran Andrea Hirata dalam menulis novel ini membuat novel ini berbeda dengan novel kebanyakan. Lelucon dan humor juga menjadi bumbu dalam novel ini. Tak jarang kita (pembaca), tertawa membaca kisah masyarakat Belitong yang lucu dan penuh guyonan. Andrea Hirata sepertinya cermat sekali memahami kebudayaan Belitong secara keseluruhan. Sehingga, kita seolah bisa melihat jelas bagaimana realitas masyarakat Belitong sesungguhnya.

Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. Begitu juga pada novel Maryamah Karpov ini. Ada beberapa yang mengganjal setelah kita membaca novel ini. Jika kita cermati, judul novel Maryamah Karpov tidak ada kaitan langsung dengan keseluruhan ceritanya. Maryamah Karpov hanya diulas sedikit saja. Maryamah Karpov digambarkan sebagai seorang perempuan yang biasa dipanggil mak cik, mendapat tambahan nama belakang karena sering terlihat di perkumpulan jago-jago catur di warung kopi Usah Kau Kenang Lagi dan mengajari orang langkah-langkah ala Karpov. Selanjutnya, secara keseluruhan novel ini menceritakan tentang perjuangan Ikal untuk menemukan tambatan hatinya, A Ling. Ada juga hal yang ganjil pada cerita Maryamah Karpov yaitu terkait peran ibu Ikal yang tak berarti apa-apa ketika pelayaran ke pulau Betuan. Lebih dari itu, pengalaman fantasis Ikal selama berlayar terkesan terlalu hiperbola dan kurang masuk akal.

Pada akhir cerita, pembaca merasa bingung karena tidak adanya penjelasan tentang kelanjutan hubungan Ikal dengan A Ling. Mungkinkah karena tidak disetujui oleh ayah Ikal, maka rencana meraka untuk menikah batal? Sebagaimana kawan tahu. Aku ini, paling tidak menurutku sendiri, adalah lelaki yang berikhtiar untuk berbuat baik, patuh pada petuah orang tua, sejak dulu. Rupanya, begitu pula ayahku yang sederhana itu. Katanya, ia selalu menempatkan setiap kata ayah-bundanya di atas nampan pualam, membungkusnya dengan tilam (hal: 1). Mungkinkah itu jawaban atas kelanjutan hubungann Ikal dengan A Ling? Kita hanya bisa meraba dan menemukan kebenarannya menurut analisis kita masing-masing.
Terlepas dari adanya beberapa kekurangan di atas, novel ini mempunyai banyak keistemewaan dan pembelajaran yang berharga untuk kita. Novel ini tak hanya sekadar kisah kehidupan anak manusia. Lebih dari itu, novel ini mengajarkan kita untuk berani bermimpi. Novel ini cocok dibaca untuk semua kalangan.

sumber: http://achyar89.wordpress.com/2008/12/27/kajian-sumber-daya-migas/

The Smoke Jumper

 
Spesifikasi  Buku Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Pengarang : Bridie Clark  
Kelompok : Novel
 Bahasa : Indonesia
 Cover : softcover
 Label: Gramedia The Smoke Jumper - Sang Penerjun 
Sinopsis : Connor Ford tidak ragu menantang kobaran api untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya.Tapi ia tak mungkin memiliki wanita itu.Sebab Julia Bishop adalah pacar Ed Tully, sahabat Connor dan rekannya sesama Smoke Jumper- pemadam kebakaran hutan. Julia mencintai keduanya - sampai tragedi kebakaran di Sungai Snakedi daerah Montana memaksanya memilih salah satu dari dua pria itu sehingga meninggalkan luka batin bagi ketiganya.Ketiganya semakin menjauh, tapi nasib terus menautkan jalan hidup mereka. Tak peduli seberapa jauh mereka berpisah atau seberapa besar cobaan yang mereka hadapi, persahabatan mereka tidak  putus begitu saja.... 

Surat Kecil Untuk Tuhan

Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan
Pengarang : Agnes Davonar
Penerbit : Inandra Publised, Jakarta
Tahun : 2008
Tebal Novel : 232 Halaman
Kategori : True Story (non fiksi)

Andaikan,….. semua dapat terulang kembali,
Tetapi pernahkah anda berfikiran tentang itu?
Pernahkah anda mengira-ngira apa yang akan terjadi
Jika semuanya dapat terulang kembali?
Dalam novelnya ini, Agnes Davonar menekankan makna sebuah waktu dalam kehidupan di dunia ini.
Kisah nyata gadis berusia 13 tahun bertahan hidup dari kanker ganas paling mematikan di dunia.

Tuhan …………..
Andai aku bisa kembali
Aku tak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan …………
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada orang lain
Tuhan ……………
Bolehkah aku menulis Surat Kecil Untuk-Mu?
Tuhan …………….
Bolehkah aku memohon satu hal kecil pada-Mu?
Tuhan ………………
Biakanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya.

Cuplikan diatas adalah sepenggal bait dari tulisan Gita Sesa Wanda Cantika atau yang sering dipanggil Keke. Rabdosmiosarkoma atau kanker jaringan lunak pertama di Indonesia. Keke adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun. Ketika divonis memiliki penyakit kanker mematikan tersebut dalam waktu 5 hari.
Kanker jaringan lunak menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat seperti monster. Walau dalam keadaan sulit keke terus berjuang untuk tetap bersekolah seperti layaknya gadis normal lainnya.
Perjuangan panjang keke dalam melawan kanker ternyata membuahkan hasil. Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan Dokter Indonesia dalam menyembuhkan kasus kanker pertama kali terjadi di Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter dunia bertanya-tanya.

Namun kanker itu kembali setelah pesta kebahagiaan sesaat. Keke sadar nafasnya di dunia semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia justru bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bernafas lebih lama dari lima hari bertahan 3 tahun lamanya, walaupun pada akhirnya ia harus menyerah. Dokterpun akhirnya menyerah terhadap kankernya. Di nafas terakhir itulah ia menuliskan sebuah Surat Kecil Untuk Tuhan.

surat-kecil-untuk-tuhan-taman bacaan-rumah pintar kembar

Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun. Kalimat tersebut ternyata merupakan tema pokok novel ini.

Tokoh Keke merupakan teladan bagi kaum remaja semuanya, Keke adalah tokoh masih muda,tidak putus asa, selalu mensyukuri nikmat dan tidak mengeluh akan semua cobaan yang dihadapinya. Ia selalu berusaha ceria di depan orang-orang terdekatnya walaupun dengan semua cobaan yang dihadapinya.

Dapat dilihat pada bagian V tentang “Hari Indah Itu Telah Datang” pada paragraph ke-3, Aku mensyukuri semua karena ini adalah cobaan Tuhan untukku.
Kesalahan besar bagi seorang teman apabila lebih mementingkan egonya demi kepentingan pribadi, Padahal temannya tersakiti. Seharusnya seorang teman harus mempunyai rasa pengertian dan kebersamaan yang tinggi kepada temannya sendiri.

Agnes Davonar, sebagai pengarang yang berpengalaman mampu menghidupkan jalan cerita dengan urut mulai dari bagian I samapai XI, dan mampu menghidupkan suasana waktu terjadi ketegangan.

Dalam hal ini pengarang sering memasukan pesan-pesan yang disampaikan melalui dialog para tokoh, dialog seperti itu tidak sesuai setting.
Terlepas dari kekurangan yang ada, hadirnya Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” menambah peredaran novel di Indonesia. Novel ini teramat sayang untuk kita lewatkan begitu saja, karena novel ini bisa menambah nilai moral remaja Indonesia.

By : Teguh Ernawati
Sumber : http://bisniskerenbeken.blogspot.com/2011/09/resensi-novel-surat-kecil-untuk-tuhan.html

DARI BENTANGAN LANGIT Oleh : Emha Ainun Najib

Dari bentangan langit yang semu
Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang
Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan
menyapu hutan !
Mengekal tanah berbongkahan !
datang kepadamu, Ia, kemarau itu
dari Tuhan, yang senantia diam
dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa
yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap.
 
Antologi Puisi XIV Penyair Yogya, MALIOBORO,

Harry Potter dan Batu Bertuah (Harry Potter and The Sorcerer Stone)

Judul buku : Harry Potter dan Batu Bertuah (Harry Potter and The Sorcerer Stone)
Pengarang : J.K. Rowling
Penerjemah : Listiani Srisani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2000
Tebal : 384 halaman
Diresensi oleh Ruthadaning Inayati
SINOPSIS
“Anak yang Bertahan Hidup”
Harry berhasil selamat dari pembunuhan yang akan dilakukan musuh orang tuanya, Lord Voldemort. Padahal umurnya baru 1 tahun.
Harry tinggal di rumah paman dan bibinya di Privet Drive no. 13 selama 11 tahun. Namun slama itu Harry belum pernah diperlakukan layak oleh paman dan bibinya. Mereka punya anak bernama Dudley-yang super duper besar-Dudley pun sama seperti kedua orang tuanya.
Hingga suatu hari, kejadian ajaib mendatanginya. Seorang manusia setengah raksasa tiba-tiba mendatanginya dan mengatakan bahwa Harry seorang penyihir. Sontak saja paman dan bibinya kaget bukan main. Bagaimana mungkin rahasia yang mereka jaga selama 11 tahun terungkap begitu saja kalau Harry Potter adalah seorang penyihir. Singkatnya, Harry dibawa dan diperkenalkan dengan sebuah sekolah sihir bernama Hogwarts dan segala komunitas sihir yang selama ini bersembunyi. Dari sini petualangan Harry Potter “Anak yang Bertahan Hidup” dimulai
Di tahun pertamanya di Hogwarts, Harry telah banyak dikenal. Ia juga selain berbakat sihir, juga bakat mengendarai sapu terbang sehingga ia dipilih menjadi seorang seeker di sebuah olahraga bernama Quidditch. Selain itu Harry punya 2 orang sahabat, Ronald Weasley dan Hermione Granger. Ron seorang yg konyol dan lucu. Sedangkan Hermione memiliki kecerdasan yang luar biasa. Merekalah yang membantu Harry Potter dalam petualangannya.
Harry di akhir tahun ajaran pertamanya, berhasil tahu bahwa ada seseorang yang ingin mencuri “SORCERER STONE”, batu bertuah, yang disembunyikan di Hogwarts. Air yang dihasilkan batu itu bisa membuat peminumnya berumur panjang. Itulah yang diincar Voldemort, musuh yang telah membunuh kedua orang tua Harry. Namun, Harry, Ron dan Hermione bisa menggagal rencananya. Harry nyaris saja kehilangan jiwanya ketika tiba-tiba bekas lukanya begitu sakit saat berhadapan dengan Voldemort yang merasuki tubuh Quirrel. Harry nyaris tak tertolong jika saja Dumbledore, kepala sekolahnya, tidak datang disaat yang tepat.
KELEBIHAN

    * Alur cerita menarik dan berurutan
    * Bahasa yang digunakan sederhana dan lugas sehingga pembaca tidak akan merasa bosan
    * Penokohan yang unik, tokoh antagonis dan protagonis digambarkan dengan baik dan jelas
    * Klimaks dan antiklimaks yang bagus membuat pembaca merasa puas dengan akhir cerita.
    * Konflik-konflik cerita yang disajikan mampu membuat pembaca penasaran.
    * Diselingi dengan humor-humor dan kejadian-kejadian lucu membuat pembaca tidak mudah bosan dengan alur cerita.

KEKURANGAN

    * Desain kover yang kurang menarik dan bahan kertas kurang bagus.
    * Terlalu banyak tokoh-tokoh sampingan yang muncul membuat pembaca sulit mengingat nama tokoh tersebut.

KEBERMANFAATAN

    * Bacaan yang menarik bagi pembaca yang menyukai cerita misteri dan imajinasi.
    * Memberi amanat agar tidak mudah berburuk sangka pada orang lain.
    * Menggambarkan tentang persahabatan manis yang terjalin antara Harry Potter, Ronald Weasley dan Hermione Granger sehingga pembaca diharapkan mampu mencontoh sifat mereka.

sumber: http://mynoble.wordpress.com/2009/11/07/resensi-novel-harry-potter-dan-batu-bertuah/

Cinta dan Kesunyian

(Diambil dari Kumpulan Cerpen Peraih Hadiah Nobel Sastra)

Judul Cerpen: Cinta adalah Kesunyian

Nama Pengarang: Gabriel Garcia Marquez

Penerbit: Pusaka Sastra LKiS Yogyakarta

Tebal Buku: 164 halaman

Cerpen yang diresensikan, halaman 75-83

Cetakan: ke-IV, Juli 2009

Penerjemah: Anton Kurnia


Latar Belakang Pengarang
Gabriel Garcia Marquez dilahirkan di Aracataca, Kolombia, 1928. Ia adalah peraih Hadiah Nobel Sastra 1982. Anak seorang operator telegraf itu penah belajar ilmu hokum di Universitas Nasiaonal Kolombia, namun tak selesai. Lalu ia bekerja sebagai wartawan dan kontributor untuk sejumlah kantor berita di beberapa negara Amerika Latin, Eropa dan New York. Di kemudian hari ia menjadi redaktor harian berpengaruh yang terbit di Bogota, El Espectador. Marquez dikenal dunia sebagai pengibar realisme magis dalam novel-novelnya, Al Coronet No Tiene Quien Ie Escriba – Tak Seorang Pun Menulis pada Seorang Kolonel (1961). Los Funerales General en Su Labrinto – Sang Jendral pada Labirinnya (1989). Ia juga menerbitkan sejumlah buku nonfiksi.

Sinopsis Cerpen
Florentino Ariza sebagai tokoh utama dalam cerpen ini menggambarkan seorang lelaki dewasa yang selalu melamunkan dan membayangkan pujaan hatinya. Fermina Daza, perempuan khayalannya itu tak banyak diceritakan dalam cerpen ini. Namun pengarang lebih menekankan inti cerita pada arti cinta dan kesunyian. Dalam perjalan Florentino Ariza, ia mendapatkan kejadian yang sangat tak terduga. Suatu cinta ia dapat dengan sekejap dengan seorang wanita yang tak ia kenal sedikit pun dan hilang begitu saja dalam kesunyian. Dengan bagaimana Florentino Ariza mendapatkan cinta sesaatnya itu? Coba luangkan ssdikit waktu untuk membaca cerpen peraih Nobel Sastra ini, mungkin akan menambah inspirasi karya sastra kita.

Analisis Unsur Instrinsik
Tema: Cinta dan Kesunyian

Setting: perjalanan di sungai dengan menggunakan kapal

Alur: maju dan mundur

Tokoh: Florenzino Ariza, Kapten Kapal, Duta Besar Inggris dan Wanita misterius

Perwatakan: Florenzio Ariza orang yang tenang dan tidak gegabah.

Kapten Kapal orang yang tegas dan melaksanakan tugasnya.

Duta Besar Inggris orang yang kurang arif dan semaunya.

Wanita misrerius orang yang misteri dan tak pernah memikir panjang.

Sudut Pandang: pengarang sebagai orang ketiga yang banyak tahu.

Amanat: “cinta dengan nafsu sesaat hanya membuat kenikmatan sesaat dan mengakibatkan keterburukan sendiri”


Analisis Unsur Ekstinsik
Nilai Moral : Cinta itu bukan nafsu sesaat kenikmatan dunia, hal seperti ini hanya membuat seseorang terjun dalam keterpurukannya, penyesalan dan kehilangan harga dirinya.

Nilai Sosial : Jabatan setinggi apapun sepatutnya tetap menghargai sesama dan makhluk hidup lainnya. Serta, alangkah baiknya seseorang berinteraksi telah saling mengenali satu-sama lain.

Nilai Budaya : Kebiasaa masa orang Eropa dengan sistem kenegaraannya. Dalam cerpen ini sangat menggambarkan suasana zaman peperangan di negara itu dan adat tunduk serta hormat pada seorang Duta Besar.

Keunggulan Cerpen
Dalam cerpen ini, pengarang menitikberatkan gambaran dan bahasa sastra lama, kebahasaan yang sangat dijiwai pengarang membuat para pembaca kagum. Dan membuat para pembaca lebih terinpirasi. Terutama pada diakhir-akhir alinea, mulai terlihat ciri pengarangyang menggambarkan cerita dapat berakhir dengan hal apapun, tak harus sedih atau pun senang.

Kelemahan Cerpen
Cerita ini memang menggambarkan abad dua puluhan yang kemungkinan besar banyak pembaca sulit membayangkan masa itu. Dan mungkin tak sedikit pembaca akan berhenti di lembar kedua, karena di masa kini sulit untuk memahami bacaan yang tinggi kebahasaannya.

Kesimpulan
Sebagai peresensi berdasarkan dari keunggulan dan kelemahan cerpen ini menilai bahwa cerpen ini baik untuk dipublikasikan karena akan menambah imajinasi pembaca dan mencoba untuk memotifasi menjadi penulis.

November 2009

Peresensi : Shely Rzkia M (npm: 10609047)


http://akushelly.ngeblogs.com/2009/11/20/resensi-cerpen-cinta-dan-kesunyian/

TJERITA BUAT DIEN TAMAELA - Chairil Anwar

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu

Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau .......

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu

Dealova

1.       Data Publikasi
a.       Judul                             : Dealova
b.      Penulis                          : Dyan Nuranindya
c.       Penerbit                        : PT Gramedia Pustaka Utama
d.      No./Tgl./Website           : 2005
e.      No. Halaman                 : 304 Halaman
f.        Tema                            : Perhatian, rasa sayang dan kesabaran akan menumbuhkan rasa cinta.

2.       Sinopsis
Seorang siswi cantik dari SMU Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup pintar, nakal, dan jago basket. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai sosok yang manja sekaligus "cuek". Kehidupan di sekolah dan di rumah inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel. Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Perkenalan mereka diawali dari sebuah lapangan basket. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama kali dikenal Karra di rumah Karra. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat karib abang Karra, Iraz. Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel berusaha menyampaikan rasa kasihnya pada Karra. Bagi Karra, Dira yang sering ketus, galak, dan kurang ajar seolah selalu ingin menyakiti dirinya ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran, bila akhirya Dira dipilih Karra menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus berbesar hati terhadap pilihan Karra. Sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tak melulu berjalan mulus. Pertengkaran kerapkali mewarnai hubungan mereka. Saat keduanya bertekad untuk lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti, Karra harus menghadapi sebuah kenyataan pahit, Dira tergolek tanpa daya di sebuah rumah sakit. Ternyata, selam ini Dira mengidap penyakit kanker otak. Selama ini, Dira selalu ketus dan galak kepada orang karena dia sudah tidak punya semangat hidup lagi. Tapi sejak bertemu dengan Karra, Dira berubah dan memiliki semangat hidup kembali. Dira pun akhirnya meninggal.

3.       Keunggulan
Banyak hal- hal yang menarik dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasa yang digunakan bahasa anak muda dan mudah di pahami oleh pembaca. Cerita novel ini saling berkaitan dan semuanya bagus. Kesetiakawanan dalam cerita ini terlihat jelas. Menceritakan sebuah perjuangan cinta seseorang yang tak pernah pudar, walau orang yang dia cintai lebih memilih yang lain dari pada dia.

4.       Kelemahan
Bahasa yang digunakan atau yangditulis oleh sang pembuat menggunakan bahasa yang kurang baku. Novel ini Masih menggunakan kertas yang kurang bagus jadi kurang menarik.

5.       Pendapat akhir
Menurut saya seharusnya meskipun novel ini menceritakan suatu kisah mengenai cinta atau kisah cinta seorang remaja namun alangkah baiknya bahasa yang digunakan harus baku dan tidak kaku. Peran orang tua dalam cerita novel ini kurang.







sumber: http://witadisha.blogspot.com/2011/11/resensi-novel-dealova.html

DI SEBUAH HALTE BIS Oleh : Sapardi Djoko Damono

Hujan tengah malam membimbingmu ke sebuah halte bis dan membaringkanmu di sana.  Kau memang tak pernah berumah, dan hujan tua itu kedengaran terengah batuk-batuk dan tampak putih.
Pagi harinya anak-anak sekolah yang menunggu di halte bis itu melihat bekas-bekas darah dan mencium bau busuk.  Bis tak kunjung datang.  Anak-anak tak pernah bisa sabar menunggu.  Mereka menjadi kesal dan, bagai para pemabok, berjalan sempoyongan sambil melempar-lemparkan buku dan menjerit-jerit menyebut-nyebut namamu.
 
 
 

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

KUTERKA GERIMIS Oleh : Sapardi Djoko Damono

Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku
sambil melepaskan isarat yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu
Seperti nanah yang meleleh dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu
 
 
 

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

YANG FANA ADALAH WAKTU Oleh : Sapardi Djoko Damono

Yang fana adalah waktu.  Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
"Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?"
tanyamu.
Kita abadi. 
 

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

TAJAM HUJANMU Oleh : Sapardi Djoko Damono

tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

GUGUR Oleh : W.S. Rendra

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya
 

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya
 

Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya
 

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya
 
 

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
" Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang."
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa
 
 

Orang tua itu kembali berkata :
"Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!"

Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya

Seandainya Aku Boleh Memilih

   Judul : Seandainya Aku Boleh Memilih
   Pengarang : Mira W
   Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
   Tahun Terbit : 1999
   Tempat Terbit : Jakarta
   Tebal : 224 Halaman
   Panjang Buku : 18 cm
   Ilustrasi Buku : Merah tua, putih dan hijau; Warna dasar violet
   dan terdapat bunga warna putih; dan hijau tua dengan tulisan warna
   emas.

Awal karir Mira W sebagai penulis dimulai pada tahun 1975. selain
menulis Mira W juga sebagai dokter dan staf pengajar di sebuah
perguruan tinggi di Jakarta. Buku-buku karya Mira W diantaranya
Sepolos Cinta Dini (Gramedia 1978), Cinta Tak Pernah Berhutang (1978)
dan Permainan Bulan Desember (1979, Gramedia 1999)

Novel ini diawali dengan pertemuan antara Bandi, Haris dan Riri.
Pertemuan itu menghasilkan cinta segitiga dimana Riri telah menikah
dengan Bandi yang keadaannya sangat lemah, tapi Riri juga berhubungan
dengan Haris, dimana Haris adalah kakak Bandi. Dari hasil hubungan
Riri dengan Haris, Riri mempunyai anak yang harus ditinggalkan sejak
dia masih bayi.

Berawal dari hal tersebut, mulailah konflik antara Riri, Haris, Bandi
dan Ibunya yaitu tentang kebenaran siapa ibu Doni. Dan akhirnya Bandi
pun mengetahui kalau Riri telah berkhianat dengan kakaknya sendiri.
Masalah pun belum selesai dimana Tanti tidak mau menyerahkan Doni
kepada ibunya dan dia nekat bunuh diri.

Kemampuan pengarang memaparkan plot/ alut dengan sangat baik merupakan
salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini
adalah alur maju, jadi para pembaca tidak bingung untuk membayangkan
cerita dalam novel ini.

Penokohan antara protagonis dan antagonis sangat jelas sehingga
pembaca tidak perlu berpikir mengenai siapa yang jahat dan yang baik.
Tokoh Riri merupakan tokoh sentral yang mempunyai watak baik, berpikir
kritis, cerdas, rela berkorban. Kesempurnaan watak Riri terlihat dalam
novel ini, tetapi dalam kesempurnaan tersebut pengarang tetap
menyisipkan sifat seorang manusia biasa kepada sang tokoh antagonis
dibawakan oleh ibu Bandi. Ibu Bandi yang berwatak tidak mau mengalah /
jahat dimana ibu Bandu tega memisahkan cucunya dari ibu kandungnya
sendiri.

Sudut pandang maha tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung
keseluruhan cerita. Sang pengarang yang bertindak sebagai seseorang
yang mengamati Riri membuat kejadian dalam novel ini ikut tertuang
dalam penggunaan sudut pandang ini. Hal inilah yang mendukung alur dan
latar. Watak riri juga menjadi sangat jelas bahkan sifat manusia yang
dimilikinya tanpa diketahui tokoh lain dalam novel ini akan dapat
diketahui oleh pembaca akibat sudut pandang yang digunakan sang
pengarang

Novel ini sarat dengan amanat, bahkan dapat disebut sebagai sastra
petuah. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini diantaranya
kita harus berbakti kepadas orang tua, kita harus bisa mengendalikan
diri kita diantaranya kita atau hawa nafsu, kita pun harus mengalah
kepada orang yang lemah dan kita harus berbakti pada suami jika kita
sudah menikah. Amanat-amanat lain yang terselip pada berbagai bagian
cerita dapat dibaca pada novel ini. Amanat-amanat tersebut terungkap
jelas ketika Haris mengikuti semua yang diperintahkan ibunya dan
ketika Haris dan Riri harus berkorban demi anaknya.

Pembawaan dua konflik yang sangat jelas berbeda menjadi salah satu
kelemahan buku ini. Konflik pertama dibawakan dalam kebohongan yang
sudah lama oleh pengarang, kemudian dilanjutkan dengan konflik kedua
yang berlawanan dengan konflik yang pertama. Yakni konflik kedua ini
tidak ada kebohongan dan pembalasan dari kebohongan itu. Akan tetapi,
hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini dalam segi konflik
yang dimunculkan. Kedua konflik tersebut tetap menarik untuk diikuti
dan diketahui lanjutannya.

Jika Anda membaca novel ini, mungkin Anda tidak bisa berhenti di
tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga
akhir cerita. Latar dan alur cerita bagitu jelas mampu membuat Anda
merasa ikut dalam ceritanya. Konflik yang menarik dan cerita ini penuh
dengan amanat, juga dapat membuat pembaca lebih tertarik. Karena itu
cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya.

sumber: http://nesaci.com/contoh-resensi-novel-seandainya-aku-boleh-memilih/

Minggu, 08 April 2012

SAJAK ANAK MUDA Oleh : W.S. Rendra

Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.

Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.

Apakah kita tidak dimaksud
untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan
untuk menjadi alat saja ?

inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.

Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.

Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.

Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.

Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.

Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.

Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.

Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.

Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.

Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.

Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.

Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.

Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara

Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan  oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.

Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

sumber: http://lenterahati.web.id/category/puisi/penyair/ws-rendra

AKU INGIN Oleh : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

sumber: http://lenterahati.web.id/category/puisi/penyair/sapardi-djoko-damono

Aku - Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Sabtu, 07 April 2012

Edensor

IDENTITAS BUKU
edensorJudul : Edensor
Pengarang : Andrea Hirtaa
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Tahun Terbitan : 2007
Tebal Buku : xii + 290 halaman
Ukuran Buku : 20,5 cm x 14 cm
Diresensi oleh Shelvi Novianita
SINOPSIS
“Jangan Takut Melangkah”
“Edensor” bercerita mengenai kehidupan Ikal dan Arai semasa berkuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan petualangan penaklukan gagah berani dataran Eropa dan Afrika, dari Belanda sampai ke Italia, dari Tunisia sampai ke Casablanca dan kembali masuk Portugal.
Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Perancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian ynag orang bisa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekalii dengan perdaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia, kususnya melayu.
Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenakalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuru Eropa dengan berbagai penglaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbhak, sekaligus berurai air mata.
“Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup rupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku jhidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemugkinan yang bereaksi satu sama yang lain. Seperti benturan molekul uranium, meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku igin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing”.
Bagaiman akhir petualangan Ikal dan Arai? Mampukah mereka ‘melangkah’ di kehidupan baru mereka? Kehidupan yang berbeda dari kehidupan yang mereka jalani sewaktu di Belitong. Ingin tahu cerita “Edensor” selengkapnya? Bacalah novel “Edensor” secara utuh! Sebab selain menghibur, “Edensor” juga sarat akan makna dan manfaat.
KELEBIHAN

    * Kover buku menarik.
    * Beragam peristiwa menarik, lucu, penuh semangat, serta mengharu-biru membuat pembaca tidak mudah menutup buku sebelum membacanya secara tuntas.

KEKURANGAN

    * Mengapa penulis mengambil judul “Edensor”, yaitu nama sebuah desa khayalan yang dikutip dari novel Herriot? Mengapa harus “Edensor” ? Mengapa harus nama sebuah desa khayalan? Bukankah yang “nyata” itu lebih menarik karena benar-benar ada dalam kehidupan yang sebenarnya?

KEBERMANFAATAN

    * Memberikan semangat atau motivasi pada pembaca untuk terus berjuang dalam mengarungi kehidupan
    * Menghibur pembaca dengan beragam peristiwa lucu dan petualangan yang mendebarkan
    * Memberikan pesan bahwa apapun bisa terjadi jika kita mau berdo’a, berusaha dan terus berusaha
    * Mengingatkan kita untuk tidak takut melakukan suatu hal yang baru.

http://mynoble.wordpress.com/2009/11/07/resensi-novel-edensor/

Cinta Dalam Belanga

Judul Buku : Cinta Dalam Belanga
Penulis : Ambhita Dhyaningrum
Penerbit : Kakilangit Kencana
Tebal : 271 Halaman
Terbit : Juni 2009

Kumpulan Kisah Cinta yang Pedih

CINTA lebih sering menawarkan kesenangan, romatisme, dan membuat siapa pun yang terjerat mabuk kepayang. Padahal cinta pun memiliki sisi gelap yang selalu mengikuti setiap saat. Ada kesedihan, kepedihan, sampai sebuah akhir yang tragis.

Jadi siapa pun yang berani mengarungi cinta untuk mendapatkan kebahagiaan, juga harus bersedia menerima pedihnya cinta. Karena kepedihan sering bersembunyi di dalam keceriaan, ada sembilu dalam senyuman, dan ada tragedi dalam romantisme.

Begitulah gambaran tentang cinta yang terangkum dalam Antologi Cerpen Cinta Dalam Belanga karya Ambhita Dhyaningrum yang diterbitkan Kakilangit Kencana. Dalam buku setebal 271 halaman yang berisi sekitar 23 cerita pendek, digambarkan sisi lain tentang cinta yang tragis.

Ada seorang buruh yang cantik, lugu, dan cerdas sehingga mampu menarik hati setiap lelaki. Ternyata senyumnya berbisa dan mampu menghancurkan hati siapa saja yang mendekatinya.

Ada pula perempuan yang merasa mampu mempermainkan hati setiap lelaki hanya untuk mendapatkan kekayaannya. Belakangan dia tersadar kalau dirinya yang selama ini sudah dipermainkan para lelaki yang ingin mencicipi tubuhnya.

Dikisahkan pula sosok lelaki yang begitu kuat fisiknya dan bersikap tegar dalam menghadapi berbagai tantangan. Nyatanya dia seorang lelaki yang rapuh dan tak bisa mengontrol diri karena kehilangan istri tercinta akibat konspirasi.

Tak ketinggalan diceritakan tentang seorang pelukis renta yang tak pernah menikah seumur hidupnya dan dianggap tak menyukai perempuan. Malah memiliki imajinasi liar dalam karya lukisannya, bersanding dengan istri tetangga yang cantik dan sering mengirimkan makanan ke rumahnya.

Alhasil, Antologi Cerpen ini merupakan karya yang mampu mengangkat sisi gelap dari berbagai kisah cinta. Semuanya diceritakan secara apik dan gaya bahasa yang lugas sehingga mampu memacu adrenalin. Apalagi diakhir kisah yang selalu tragis, ditampilkan berbagai ending yang tak lazim dan mendebarkan.

Buku ini akan mengajak Anda mengarungi betapa pedih, perih, dan tragisnya sisi gelap sebuah cinta. Jangan pernah bermain-main dengan cinta, karena bila tak mampu mengendalikannya akan menjadi bumerang bagi siapa pun. (wasis wibowo)

http://resensibukubaru.blogspot.com/search?q=resensi+cerpen

SANG PEMIMPI

1. 1. Identitas Buku

Judul                   : Sang Pemimpi

Penulis                : Andrea Hirata

Penerbit               : PT Bentang Pustaka

Halaman              : x + 292 Halaman

Cetakan               : ke-14, januari 2008

Jenis Cover         : Soft Cover
Dimensi(L x P)   : 130×205mm
Kategori              : Petualangan
Harga                  : Rp 40.000
Text                     : Bahasa Indonesia

ISBN                   : 979-3062-92-4

   1. 2. Pratinjau

Luar biasa. Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini. Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa cela. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya. Bahasanya pun sangat memikat, dengan dibumbui ragam kekayaan bahasa dan imajinasi yang luas. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah- istilah saintifik, humor metaforis, hingga dialek dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja pada umumnya. Canda tawa khas siswa SMA sangat kental. Namun lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di tiap-tiap tokohnya. Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Sorbonne, kota
impiannya.

Selain menggambarkan betapa super powernya kekuatan mimpi, pada novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.

   1. 3. Isi

3.1  Unsur Intrinsik

    * Tema.

Tema yang tersirat dalam novel Sang Pemimpi ini tak lain adalah “persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapan”. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan.

    * Latar

Dalam novel ini disebutkan latarmya yaitu di Pulau Magai Balitong, los pasar dan dermaga pelabuhan, di gedung bioskop, di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan. Waktu yang digunakan pagi, siang, sore, dan malam. Latar nuansanya lebih berbau melayu dan gejolak remaja yang diselimuti impian-impian.

    * Penokohan dan Perwatakan

Ikal  : baik hati, optimistis, pantang menyerah, penyuka

Bang Rhoma Arai  : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin,  pantang  menyerah  Jimbron : polos, gagap bicara, baik, sangat antusias pada kuda

Pak Balia : baik, bijaksana, pintar

Pak Mustar : galak, pemarah, berjiwa keras

Ibu Ikal : baik, penuh kasih sayang

Ayah Ikal : pendiam, sabar, penuh kasih sayang, bijaksana

Dan tokoh lain Mahader, A Kiun, Pak Cik Basman, Taikong Hanim, Capo, Bang Zaitun, Pendeta Geovanny, Mak cik dan Laksmi adalah tokoh pendukung dalam novel ini.

    * Alur

Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur maju dan mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.

    * Gaya Penulisan

Gaya penceritaan novel ini sangat sempurna. Yaitu kecerdasan kata-kata dan kelembutan bahasa puitis berpadu tanpa ada unsur repetitif yang membosankan. Setiap katanya mengandung kekayaan bahasa sekaligus makna apik dibalik tiap-tiap katanya. Selain itu, Novel ini ditulis dengan gaya realis bertabur metafora, penyampaian cerita yang cerdas dan menyentuh, penuh inspirasi dan imajinasi. Komikal dan banyak mengandung letupan intelegensi yang kuat sehingga pembaca tanpa disadari masuk dalam kisah dan karakter-karakter yang ada dalam novel Sang Pemimpi.

    * Amanat

Amanat yang disampaikan dalam Sang Pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap sub babnya. Yang pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah mimpi dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis dalam novel ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segala keterbatasan.

    * Sudut Pandang

Sudut pandang novel ini yaitu “orang pertama” (akuan). Dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita.

3.2  Unsur Ekstrinsik

    * Nilai Moral

Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja tanggung dalam menyikapi kerasnya
kehidupan. Di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.

    * Nilai Sosial

Ditinjau dari nilai sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu dibuktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas kemustahilan. Dengan didasari rasa gotong royong yang tinggi sebagai orang Belitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain.

    * Nilai Adat istiadat

Nilai adat di sini juga begitu kental terasa. Adat kebiasaan pada sekolah tradisional yang masih mengharuskan siswanya mencium tangan kepada gurunya, ataupun mata pencaharian warga yang sangat keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel ini. Sehingga menambah khazanah budaya yang lebih Indonesia.

    * Nilai Agama

Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar. Terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh ini belajar dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan-aturan islam

sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/10/resensi-novel-indonesia-%E2%80%9C-sang-pemimpi-%E2%80%9D/