Jumat, 13 April 2012

DI SEBUAH HALTE BIS Oleh : Sapardi Djoko Damono

Hujan tengah malam membimbingmu ke sebuah halte bis dan membaringkanmu di sana.  Kau memang tak pernah berumah, dan hujan tua itu kedengaran terengah batuk-batuk dan tampak putih.
Pagi harinya anak-anak sekolah yang menunggu di halte bis itu melihat bekas-bekas darah dan mencium bau busuk.  Bis tak kunjung datang.  Anak-anak tak pernah bisa sabar menunggu.  Mereka menjadi kesal dan, bagai para pemabok, berjalan sempoyongan sambil melempar-lemparkan buku dan menjerit-jerit menyebut-nyebut namamu.
 
 
 

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar