Jumat, 13 April 2012

Seandainya Aku Boleh Memilih

   Judul : Seandainya Aku Boleh Memilih
   Pengarang : Mira W
   Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
   Tahun Terbit : 1999
   Tempat Terbit : Jakarta
   Tebal : 224 Halaman
   Panjang Buku : 18 cm
   Ilustrasi Buku : Merah tua, putih dan hijau; Warna dasar violet
   dan terdapat bunga warna putih; dan hijau tua dengan tulisan warna
   emas.

Awal karir Mira W sebagai penulis dimulai pada tahun 1975. selain
menulis Mira W juga sebagai dokter dan staf pengajar di sebuah
perguruan tinggi di Jakarta. Buku-buku karya Mira W diantaranya
Sepolos Cinta Dini (Gramedia 1978), Cinta Tak Pernah Berhutang (1978)
dan Permainan Bulan Desember (1979, Gramedia 1999)

Novel ini diawali dengan pertemuan antara Bandi, Haris dan Riri.
Pertemuan itu menghasilkan cinta segitiga dimana Riri telah menikah
dengan Bandi yang keadaannya sangat lemah, tapi Riri juga berhubungan
dengan Haris, dimana Haris adalah kakak Bandi. Dari hasil hubungan
Riri dengan Haris, Riri mempunyai anak yang harus ditinggalkan sejak
dia masih bayi.

Berawal dari hal tersebut, mulailah konflik antara Riri, Haris, Bandi
dan Ibunya yaitu tentang kebenaran siapa ibu Doni. Dan akhirnya Bandi
pun mengetahui kalau Riri telah berkhianat dengan kakaknya sendiri.
Masalah pun belum selesai dimana Tanti tidak mau menyerahkan Doni
kepada ibunya dan dia nekat bunuh diri.

Kemampuan pengarang memaparkan plot/ alut dengan sangat baik merupakan
salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini
adalah alur maju, jadi para pembaca tidak bingung untuk membayangkan
cerita dalam novel ini.

Penokohan antara protagonis dan antagonis sangat jelas sehingga
pembaca tidak perlu berpikir mengenai siapa yang jahat dan yang baik.
Tokoh Riri merupakan tokoh sentral yang mempunyai watak baik, berpikir
kritis, cerdas, rela berkorban. Kesempurnaan watak Riri terlihat dalam
novel ini, tetapi dalam kesempurnaan tersebut pengarang tetap
menyisipkan sifat seorang manusia biasa kepada sang tokoh antagonis
dibawakan oleh ibu Bandi. Ibu Bandi yang berwatak tidak mau mengalah /
jahat dimana ibu Bandu tega memisahkan cucunya dari ibu kandungnya
sendiri.

Sudut pandang maha tahu yang digunakan dalam novel ini juga mendukung
keseluruhan cerita. Sang pengarang yang bertindak sebagai seseorang
yang mengamati Riri membuat kejadian dalam novel ini ikut tertuang
dalam penggunaan sudut pandang ini. Hal inilah yang mendukung alur dan
latar. Watak riri juga menjadi sangat jelas bahkan sifat manusia yang
dimilikinya tanpa diketahui tokoh lain dalam novel ini akan dapat
diketahui oleh pembaca akibat sudut pandang yang digunakan sang
pengarang

Novel ini sarat dengan amanat, bahkan dapat disebut sebagai sastra
petuah. Adapun amanat yang terdapat di dalam novel ini diantaranya
kita harus berbakti kepadas orang tua, kita harus bisa mengendalikan
diri kita diantaranya kita atau hawa nafsu, kita pun harus mengalah
kepada orang yang lemah dan kita harus berbakti pada suami jika kita
sudah menikah. Amanat-amanat lain yang terselip pada berbagai bagian
cerita dapat dibaca pada novel ini. Amanat-amanat tersebut terungkap
jelas ketika Haris mengikuti semua yang diperintahkan ibunya dan
ketika Haris dan Riri harus berkorban demi anaknya.

Pembawaan dua konflik yang sangat jelas berbeda menjadi salah satu
kelemahan buku ini. Konflik pertama dibawakan dalam kebohongan yang
sudah lama oleh pengarang, kemudian dilanjutkan dengan konflik kedua
yang berlawanan dengan konflik yang pertama. Yakni konflik kedua ini
tidak ada kebohongan dan pembalasan dari kebohongan itu. Akan tetapi,
hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini dalam segi konflik
yang dimunculkan. Kedua konflik tersebut tetap menarik untuk diikuti
dan diketahui lanjutannya.

Jika Anda membaca novel ini, mungkin Anda tidak bisa berhenti di
tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga
akhir cerita. Latar dan alur cerita bagitu jelas mampu membuat Anda
merasa ikut dalam ceritanya. Konflik yang menarik dan cerita ini penuh
dengan amanat, juga dapat membuat pembaca lebih tertarik. Karena itu
cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya.

sumber: http://nesaci.com/contoh-resensi-novel-seandainya-aku-boleh-memilih/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar