Judul : Our Story
Penulis : Orizuka
Penyunting : Agatha Tristanti
Penerbit : Authorizet Books
Tahun Terbit : 2010 (Cetakan Pertama)
Our Story merupakan novel kedua belas Orizuka yang merupakan seorang novelis yang debut pada akhir 2005. Lewat novel our story ini dirinya menceritakan pahit dan manis kehidupan SMA sekaligus sebagai pesan kepada para remaja agar terus mengejar cita-cita dan memperjuangakannya.
Berawal dari kesalahan sopir teman Ayahnya, Yasmine dengan sangat terpaksa harus bersekolah di sekolah yang jauh sekali untuk bisa dikatakan sekolah. Sang sopir telah salah dengar. Seharusnya Yasmin masuk ke sekolah Bukti Bangsa yang bertaraf Internasional. Bukan Budi Bangsa yang merupakan sekolah buangan. Sekolah dengan julukan TPS (tempat pembuangan sampah)yang sebagian besar muridnya adalah sisa dari sekolah-sekolah lain, mereka berstatus preman, pengacau, pembangkang pembuli bahkan pelacur.
Sampai disekolah Yasmine segera menuju ruang Kepsek untuk meminta ijazahnya kembali. Karena ia berharap setelah pindah dari Amerika ia akan dapatkan sekolah yang lebih baik, namun malah sebaliknya. Dan lagi-lagi Yasmine harus kecewa, dia tak mungkin pindah dari sini, karena Haryo sang sopir telah terlanjur memberikan uang 30 juta ke sekolah ini.
Yasmine tak menyangka teman-teman ceweknya adalah pecun (pelacur). Awalnya dia tak percaya, namun ini nyata. Mereka adalah Sisca and the geng–yang sangat sinis pada Yasmine–, Mei yang akhirnya menjadi teman Yasmine.
Dalam novel our story ini, Nino, merupakan ketua geng yang selalu membawa tongkat baseball dan sangat disegani siapapun, yang sekaligus menjadi teman sebangku Yasmine. Dia suka sekali berkelahi, suka merayu cewek, namun sangat anti narkoba. Hingga suatu saat Yasmine mengerti mengapa Nino bertingkah seperti ini. Dan diam diam ia seperti menaruh hati padanya. Pelakuan Nino yang kadang lembut padanya membuat pipi Yasmine selalu bersemu merah.Padahal Nino adalah seorang brandal, meski tampan.
Adapun Ferris–sang ketua OSIS–dia juga dekat dengan Yasmine, yang kemudian disusul Mei. Ferris ingin mengajak teman-temannya untuk belajar serius agar dapat lulus dan menggapai cita-cita. Tapi ternyata tak semudah itu. Dari pihak guru dan sebagian besar siswa justru tak mendukungnya.
“The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.”
–Eleanor Roosevelt
Dalam Novel Our Story ini, sang penulis mampu menceritakan karakter dan kejadian2 yang dialami setiap tokohnya sehingga penokohan terasa begitu merata. Meski demikian tak mengurangi peran sang tokoh utama.
Terlepas dari hal tersebut, novel inspiratif ini mempunyai tampilan cover yang menarik, warna hitam (gelap) dapat mewakili isi cerita yang memang suram. Namun sayangnya novel our story ini dicetak dalam kertas buram, sehingga kurang begitu terang.
sumber: http://www.pusatresensi.anjrahuniversity.com/resensi-novel/our-story-resensi-sebuah-novel-remaja-karya-orizuka.html

makasih ini bantu buat tugas banget ^^
BalasHapussama", mampir lg yaa.. :)
BalasHapus